top of page
Jelajah Xinjiang: The Grand Bazaar Urumqi
04:46

Jelajah Xinjiang: The Grand Bazaar Urumqi

Xinjiang Grand Bazaar di kota Urumqi adalah salah satu pusat perbelanjaan tradisional terbesar di dunia yang memiliki luas 4.000 m persegi. Bangunan di tempat ini bernuansa timur tengah, Islami, serta memiliki cita rasa etnis setempat, seperti Uighur, Kazakhs, Hui, Kyrgyz, dan suku-suku minoritas lain di Xinjiang. Bazaar ini adalah tempat yang ideal bagi pengunjung untuk mencicipi suasana budaya yang unik dari masyarakat setempat. Terkadang, penyanyi dan penari memberikan pertunjukan di panggung yang disediakan di tengah bazaar. Di pusat perbelanjaan ini terdapat lebih dari 3.000 gerai yang menjual pakaian, alat musik, tembikar, keramik, alat makan dari kuningan, perhiasan atau aksesoris tradisional suku minoritas Xinjiang, kacang-kacangan, buah-buahan kering, karpet, obat tradisional, buah-buahan segar, produk olahan susu, dan lain sebagainya. Salah satu makanan khas yang dapat ditemukan dan jangan sampai terlewat di sini adalah roti pipih naan atau nang. Roti ini kadang juga disebut roti Uighur karena merepresentasikan kuliner khas dari masyarakat Uighur. Bagi masyararkat Xinjiang memproduksi serta menjual roti naan ini adalah kebutuhan mendasar. Keterampilan mereka diturunkan dari generasi ke generasi dan diajarkan supaya kekayaan budaya mereka tetap lestari. Salah satu alasan mengapa harus tetap dilestarikan adalah karena membuat roti naan memang tidak mudah. Pastikan ketika berbelanja di bazaar ini anda dapat menawar dengan penjual. Beberapa barang dapat anda temukan dengan harga miring, namun beberapa gerai akan memberikan harga yang lebih tinggi daripada harga normal. Oleh karena itu, tetap berpikiran jernih sebelum merogoh kocek dalam dalam. Xinjiang The Grand Bazaar ini berlokasi di jalan Shengli, Urumqi selatan. Salah satu cara umum menuju ke tempat ini adalah naik No. 110. Namun anda dapat juga menggunakan taksi konvensional atau taksi online lewat aplikasi DiDi. Waktu terbaik untuk mengunjungi bazaar ini adalah saat cuaca hangat dari Mei hingga Oktober. Di musim panas, bazaar ini justru tambah ramai di malam hari. Karena jam malam, pada musim panas cuacanya akan sangat sejuk.
Jelajah Xinjiang: Pengentasan Kemiskinan di Padang Rumput Nalati
03:09

Jelajah Xinjiang: Pengentasan Kemiskinan di Padang Rumput Nalati

Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat suku minoritas di Xinjiang. Salah satunya adalah dengan membuka wisata budaya suku Kazak di padang rumput Nalati, perfektur Yili, Xinjiang. Padang rumput Nalati adalah padang rumput sub-alpine yang merupakan salah satu dari empat padang rumput terbesar di dunia. Karena ketinggiannya dan medan yang curam, tempat ini juga disebut 'The Sky Grassland'. Suku Kazakh adalah suku mayoritas yang tinggal di padang rumput Nalati ini. Menggembala kuda, domba, sapi, memproduksi susu, yogurt, mentega, adalah mata pencaharian utama mereka. Namun saat ini keindahan alam serta budayanya juga dimanfaatkan untuk mendongkrak perekonomian. Karena keahliannya dalam berkuda, maka tim berkuda dibentuk untuk melayani para wisatawan yang berkunjung dan merasakan kehiduoan berkuda suku Kazak. Terletak di gerbang timur Nalati Scenic Spot, tim berkuda ini didorong seerta didukung oleh industri pariwisata. Jumlah warga lokal dan penggembala yang berpartisipasi dalam operasi tim kuda telah meningkat secara signifikan. Selama musim puncak turis, tim kuda memiliki 160 kuda yang terlibat dalam pariwisata, dan setiap kuda menghasilkan rata-rata 200 yuan (400 ribu rupiah) sehari selama musim turis dari Mei hingga Oktober, dengan total pendapatan tahunan 35.000 yuan (70 juta rupiah) dan pendapatan bersih sekitar 20.000 yuan (40 juta rupiah). Saat ini, industri tim kuda telah menciptakan 160 lapangan kerja dan membantu 20 keluarga miskin keluar dari kemiskinan. Selain usaha berkuda di padang rumput, pertunjukan pernikahan rakyat suku Kazakh juga dipromosikan kepada para pengunjung. Pernikahan adat suku Kazak memiliki kekhasan yang layak diperkenalkan kepada khalayak umum. Konten dari bisnis pertunjukan pernikahan Kazak ini adalah penampilan dan pengalaman upacara pernikahan yang dibangun oleh pemerintah setempat dengan investasi 1,115 juta yuan (2,2 milyar rupiah). Industri ini mempekerjakan 30 aktor lokal suku Kazakh. Dana tersebut digunakan untuk membangun 5 yurt (rumah khas suku Kazak), membeli sound system, kostum aktor dan menyewa 20 kuda, dan peralatan lainnya yang secara efektif juga meletarikan tradisi. Upacara pernikahan Kazakh mencakup serangkaian proses dan tata cara. Proyek yang masuk dalam usaha pengetasan kemiskinan dan pelestarian budaya ini adalah hasil dari konsolidasi pengembangan pariwisata di Nalati Scenic Area, dengan mengeksplorasi karakteristik unik dari budaya rakyat padang rumput Kazakh dan sumber daya alam sehingg menarik lebih banyak turis ke Nalati. Proyek ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hiburan dan spiritual wisatawan, memperkaya konten wisata budaya nasional Kazakh di tempat yang mengagumkan, memberikan peluang bagi pekerja lokal, dan menyediakan platform bagi kaum muda berbakat untuk menunjukkan bakat mereka.
Jelajah Beijing 9, Distrik Seni 798| Galeri Seni Kontemporer Terbesar di China
04:06

Jelajah Beijing 9, Distrik Seni 798| Galeri Seni Kontemporer Terbesar di China

Distrik seni 798 (798 Art Zone) adalah area seni yang terletak di kota Beijing dan menjadi salah satu landmark seni dan budaya kontemporer di Beijing. Angka 798 berasal dari nama pabrik elektronik yang dibangun pada tahun 1950an. Dari pabrik yang sudah tak terpakai kemudian beralih menjadi galeri galer seni dan ruang terbuka untuk aktivitas seni. Kini area pabrik ini telah difungsikan menjadi area seni yang ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan. Di area ini terdapat lebih dari 400 organisasi serta lembaga budaya membuka galeri seni, baik seni klasik dan kontemporer dari berbagai suku di Tiongkok, termasuk publishing house, perusahaan desain arsitektur, perusahaan desain pakaian, perusahaan desain interior, studio musik dan film, tempat kursus seni, restoran, kafe, bar, toko buku, dan dll. Beberapa negara juga membuka galeri seni di sini untuk memperkenalkan seni dan budaya lewat pameran seni. Di distrik seni 798 ini banyak seniman ataupun artis Tiongkok menyelenggarakan kegiatan seni, termasuk festival seni internasional, festival film, pameran foto, pameran lukisan, patung, musik, fashion show, dan lain sebagainya. Untuk mengunjungi area ini kita tidak perlu membayar tiket masuk. Namun ada beberapa galeri atau museum seni di dalamnya memungut tiket masuk. Kegiatan yang bisa kita lakukan sewaktu mengunjugi Distrik Seni 798 adalah menikmati pameran seni, memotret obyek2 seni, membeli buku terkait seni, makan dan minum di kafe, dan yang pasti adalah membeli barang-barang seni. Namun barang-barang seni yang ditawarkan di sini harganya lumayan tinggi, jadi pastikan anda benar-benar tahu tentang barang seni yang anda beli. Selamat menyaksikan vlog ini. Jangan lupa like, share, dan subscribe untuk konten konten jelajah China dan kulinernya.
Jelajah Beijing 8, The Temple of Heaven (天坛) | Kuil Persembahan Kaisar Untuk Panen yang Lebih Baik
08:21

Jelajah Beijing 8, The Temple of Heaven (天坛) | Kuil Persembahan Kaisar Untuk Panen yang Lebih Baik

Kuil Langit atau Kuil Surga (hanzi: 天坛; pinyin: Tiāntán) adalah kompleks kuil keagamaan untuk persembahan bagi langit atau dewa yang terletak di distrik Dongcheng, di bagian tenggara kota Beijing. Dalam sejarahnya Kuil Langit ini setiap tahunnya dikunjungi oleh kaisar dari dinasti Ming dan Qing untuk upacara doa tahunan pada waktu winter soltice (akhir bulan Desember) untuk mengharapkan panen yang baik. Upacara persembahan tidak hanya dilakukan dari kekaisaran dinasti Ming namun dari dinasti Shang (1600 SM) yang diketahui dari catatan sejarah dan artefak yang ditemukan. Kambing dan sapi atau kerbau adalah dua hewan yang biasa digunakan untuk persembahan. Kompleks kuil dibangun dari 1406 hingga 1420 pada masa pemerintahan Kaisar Yongle dari Dinasti Ming, beliau juga bertanggung jawab atas pembangunan Kota Terlarang (Forbiden City). Kuil ini dinamai Kuil Surga (Temple of Heaven) pada masa pemerintahan Kaisar Jiajing (kaisar ke 12 dinasti Ming) pada abad ke-16. Jiajing juga membangun tiga kuil terkenal lainnya di Beijing, Kuil Matahari (日 壇) di timur, Kuil Bumi (地 壇) di utara, dan Kuil Bulan (月 壇) di barat. Jadi kalau kita lihat peta kota Beijing maka kita akan bisa mengetahui aspek historis yang maka Kota Terlarang berada persis di tengah kota dan di empat penjuru mata angin terdapat kuil yang masing masing merepresentasikan unsur kosmos, seperti Kuil Matahari, Kuil Bumi, Kuil Bulan, dan Kuil Langit. Bangunan Kuil Langit kembali direnovasi dan disempurnakan pada abad ke-18 di bawah Kaisar Qianlong (kaisar ke 6 dinasti Qing). Renovasi ini adalah yang terbesar di masa kekaisaran. Pada tahun 1900 kuil ini pernah diduduki oleh Aliansi Inggris dan Perancis selama Perang Candu Kedua. Pada saat pendudukan kemudian dilanjutkan peristiwa pemberontakan boxer, maka kuil ini mengalami kerusakan yang parah. Pada tahun 1918, dimana politik kedinastian telah runtuh dan berganti republik, kuil ini beralih fungsi menjadi taman dan untuk pertama kalinya dibuka untuk masyarakat umum. Kemudian pada tahun 1998 kuil ini dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Menurut UNESCO, kuil ini mencerminkan arsitektur yang memiliki tata letak dan desain simbolis yang sangat berpengaruh. Bagian utara dari Altar Bundar adalah Imperial Vault of Heaven , bangunan penyimpanan untuk kerajaan, digunakan untuk menyimpan tablet roh para dewa dan bahan-bahan lain yang diperlukan untuk upacara di altar bundar, dikelilingi oleh dinding melingkar rendah yang dikenal sebagai Dinding Gema. Dilihat dari atas, struktur Kuil Surga berbentuk bulat dan pangkalannya persegi, sebuah pola yang berasal dari kepercayaan Tiongkok kuno bahwa surga itu bulat dan bumi berbentuk bujur sangkar. Kuil Langit adalah salah satu obyek yang cocok untuk dikunjungi bagi penggemar budaya dan sejarah kedinastian di Tiongkok. Selamat menyaksikan. Klik like, share, dan subscribe untuk jelajah China dan kulinernya. Terima kasih.
Kuliner Beijing 3, Street Food Kaolengmian (烤冷面) Bikin Ngiler
07:14

Kuliner Beijing 3, Street Food Kaolengmian (烤冷面) Bikin Ngiler

Di video ini saya mereview satu jajanan atau street food di Beijing yang bikin ngiler, yaitu kaolengmian (烤冷面). Berbicara tentang street food atau snack jalanan di Beijing, kita tidak hanya menjumpai pangsit, cakwe, jiangbing, bakpao, sate xinjiang, tahu bau, malatang, tapi juga ada snack jalanan yang sangat lezat dan cara membuatnya yang unik, bernama Kaolengmian. Kaolengmian tentu tidak asing bagi masyarakat Beijing atau masyarakat Tiongkok. Kaolengmian sebenarnya tidak terlalu digemari di Beijing, namun di kota Harbin, Dongbei, masyarakat sangat menyukai makanan ini. Kaolengmian dapat disantap kapan pun dan harganya juga terjangkau. Snack ini mudah dijumpai di pinggir-pinggir jalan di Beijing. Beijing memiliki segudang street food yang menggugah selera setiap anda mencium aromanya di pinggir jalan. Kali ini saya akan membeli Kaolengmian yang berada di Shibaojie (suatu jalan di tengah pusat perbelanjaan atau mal di distrik Haidian) Shibaojie sangat populer di kalangan anak muda, mahasiswa juga karena ada banyak kampus di sekitarnya, seperti Peking University, Renmin University, Beijing Foreign Studies University, University of Technology Beijing, Minzu University, dan lain-lain. Jadi setiap weekend jalan ini pasti penuh sesak. Kaolengmian Terbuat dari semacam lembaran mi yang digoreng di atas pan datar dengan sedikit minyak, lalu di atasnya diberi telur, sosis, ditaburi potongan bawang, sayur, daging, rempah-rempah, kemudian digulung. Mereka bisa membuatnya menjadi pedas, manis, manis dan asam, asin, apa pun rasa yang Anda inginkan. Harganya mulai dari 10 kuai, 20 kuai (setara 20 - 40 ribu).
Jelajah Beijing 4, Jalan Muslim Niujie (牛街) cicip kuliner halal khas China
14:25

Jelajah Beijing 4, Jalan Muslim Niujie (牛街) cicip kuliner halal khas China

Di video ini saya mengulas satu jalan muslim yang populer di Beijing karena sejarah dan kulinernya. Jalan ini disebut 牛街 (secara literal berarti : jalan sapi). Di sekitar jalan ini terdapat perkampungan yang dihuni oleh etnis muslim Hui di Beijing. Etnis Hui adalah etnis Islam, yang juga minoritas terbesar di Beijing. Menurut catatan sejarah, sudah ada banyak Muslim yang tinggal dan membangun komunitas serta masjid di Beijing sejak Dinasti Yuan (1279–1368). Menurut sensus, populasi Muslim di Beijing adalah lebih dari 260.000 jiwa. Total penduduk muslim di Tiongkok adalah lebih dari 21 juta jiwa. Namun menurut sumber lain mengatakan bahwa mungkin terdapat lebih dari 60 juta penduduk China beragama Islam. Mereka tersebar di berbagai provinsi, khususnya di sebelah barat seperti Ganxu, Ningxia, dan Xinjiang. Tempat tinggal komunitas muslim terbesar di Beijing adalah di jalan Niujie atau terjemahan literalnya adalah Jalan Sapi dan juga jalan dan gang di sekitarnya. Sebagai tempat tinggal komunitas muslim terbesar di Beijing, ada lebih dari 120.000 Muslim yang tinggal di daerah Niujie, menyumbang 23% dari total populasi di kawasan ini. Tempat tinggal komunitas muslim di Beijing tidak hanya ada Niujie, namun juga ada di jalan Jiaozi, Changying, Madian, Yujiawu dan Daxing, Changping, Shunyi, Miyun serta kabupaten-kabupaten di daerah luar perkotaan. Para peneliti sejarah menyatakan bahwa pendirian pemukiman etnis muslim Hui di beijing "mungkin" terkait dengan orang-orang muslim yang bergabung dengan tentara Genghis Khan, yang saat itu menaklukkan Beijing, dan berdasarkan beberapa batu nisan imam yang ditemukan di Masjid Niujie, komunitas Hui yang tinggal secara mapan di daerah Niujie telah ada pada era Dinasti Yuan. Selama dinasti itu banyak Muslim pindah ke Beijing. Hal itu sangat masuk akal mengingat minoritas muslim pada dinasti Yuan menempati status sosial yang lebih tinggi daripada suku mayoritas Han. Di Niujie ini, selain terdapat rumah masyarakat muslim dan masjid Niu Jie, terdapat pula supermarket halal terbesar di Beijing, pasar daging sapi dan kambing, rumah sakit orang Hui, TK SD, dan SMP etnis Hui, panti jompo, serta restoran-restoran halal. Untuk menghormati kehidupan umat Muslim di sini, ada beberapa peraturan khusus, seperti restoran non-halal dilarang buka di wilayah Niujie; semua restoran dan toko makanan tidak diperbolehkan menjual makanan non halal. Diperkirakan terdapat 70 masjid di Beijing. Masjid Niujie di jalan ini adalah yang tertua. Masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 996 M, dan sekarang memiliki luas sekitar 1,5 hektar. Arsitektur luarnya adalah khas TIongkok, tetapi bagian dalam bangunan terlihat lebih Arab. Ini adalah masjid terbesar di Beijing dan merupakan tempat ibadah penting bagi umat Islam di Beijing. Yang menjadikan masjid ini menarik dan khas adalah perpaduan arsitektur, yaitu tradisi China dan tradisi Timur Tengah. Perpaduan warna dan aksara arab di sudut atas bangunan membuat desain masjid ini sangat kaya akan seni, budaya serta tradisi. Di Masjid ini juga dibuka sebagai obyek pariwisata. Banyak orang muslim dari penjuru dunia mengunjungi masjid ini. Masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 996 M selama era Kekaisaran Liao (916-1125 M), dan bangunan yang saat ini terlihat dibangun di bawah pemerintahan Kaisar Kangxi pada dinasti Qing (1661-1722 M). Kita dapat berjalan-jalan di area samping dan gang-gang, tetapi dilarang masuk ruang sholat masjid kecuali untuk Muslim. Beberapa kuliner tradisional yang saya coba di video ini adalah ludagun (路打滚) , aiwowo (艾窝窝), mi lanzhou (兰州拉面), dan jus plum (酸梅汤). Makanan halal di Beijing memiliki sejarah panjang dan rasa yang unik, lain daripada Chinese Food pada umumnya. Makanan halal termasuk bagian penting dari budaya makanan di Beijing atau Tiongkok pada umumnya. Asal usul makanan halal di Beijing ini sejalan dengan masuknya Islam ke Beijing. Diperkirakan terdapat lebih dari 500 jenis hidangan halal di Beijing. Selamat menyaksikan video ini. Jangan lupa like, share, dan subscribe chanel ini. Terima kasih
Kuliner Xinjiang 2, Dapanji (大盘鸡) | Sajian Jalur Sutra Otentik Kaya Rempah Asia Tengah
11:35

Kuliner Xinjiang 2, Dapanji (大盘鸡) | Sajian Jalur Sutra Otentik Kaya Rempah Asia Tengah

Di vlog ini saya mengulas kuliner Xinjiang selanjutnya yaitu Dapanji. Dapanji (Hanzi: 大盘鸡) atau dalam bahasa Uighur chong texse toxu qorumisi adalah hidangan ayam rebus piring besar khas Xinjiang yang sangat populer. Kata dapanji berarti ayam yang dihidangkan di piring besar (big plate chicken), namun dalam bahasa Uighur, kata qorumisi berarti tumis, karena cara memasak awalnya adalah ditumis. Hidangan ini mulai populer di Xinjiang pada pada akhir 1990-an. Pada saat itu di daerah Shawan, Xinjiang Utara, seorang imigran lokal dari provinsi Sichuan mencampur lada sichuan dengan ayam dan kentang untuk mendapatkan rasa khas Sichuan, yaitu pedas getir. Daerah Shawan dipercaya sebagai tempat asal sajian dapanji, namun ada klaim lain, yaitu dibuat oleh penduduk asli provinsi Hunan di Danau Chaiwopu dekat Ürümqi. Banyak orang percaya bahwa dapanji ini awalnya disajikan di sejumlah piring yang lebih kecil, tetapi kemudian diganti piring besar dan muncullah nama dapanji. Hidangan pasti dapat ditemukan di seluruh restoran Xinjiang. Bahan utama yang bisa kita lihat di sini adalah ayam, paprika, dan kentang, semua bahan ini dimasak dengan bawang bombay, bawang putih, daun bawang, daun salam, kayu manis, jahe, cabai kering, jinten, adas bintang, lada Sichuan, serta kecap kedelai asin. Cara mengolahnya yg pertama ayam dipotong menjadi potongan yang tidak terlalu kecil (biasanya tidak bertulang), ditumis dengan rempah-rempah dan paprika yg dipotong potong, kemudian direbus di dalam kaldu. Varian lain disajikan dengan laghman atau bahasa Mandarinnya la mian (mi tarik, namun berukuran lebih lebar). Variasi lainnya juga dapat disajikan dengan naan atau nang, yaitu roti pipih panggang seperti pizza yang banyak dikonsumsi orang-orang di Xinjiang sebagai makanan pokok , biasanya disajikan dipanggang atau dipanggang di restoran Xinjiang dan tempat-tempat lain. Selamat menyaksikan. Jangan lupa klik like, share, dan susbcribe. Terima kasih.
Kuliner Suku Hui Xi'an, Yangrou Paomo (羊肉泡馍) | Paduan Cita Rasa Timur Tengah dan Tiongkok Daratan
09:52

Kuliner Suku Hui Xi'an, Yangrou Paomo (羊肉泡馍) | Paduan Cita Rasa Timur Tengah dan Tiongkok Daratan

Di vlog ini saya mengulas Yangrou Paomo /羊肉泡馍 (Crumbled Flatbread in Mutton Stew) atau roti cacah dalam sup kambing, adalah hidangan lokal Provinsi Shaanxi, terutama muncul dan sangat populer di Kota Xi'an. Roti yang digunakan adalah roti pipih tanpa diragi kemudian direndam dalam kuah kaldu daging kambing. Saat musim dingin dingin, hidangan ini sangat cocok untuk menghangatkan badan. Banyak restoran di Xi'an atau Tiongkok bagian utara Yangroupaomo ini. Pasta cabai, jintan, dan acar bawang putih biasa hadir sebagai pelengkap. Yangrou Paomo sebenarnya merupakan wujud perpaduan teknik memasak tradisional Tiongkok dan Timur Tengah, mengingat orang-orang dari Timur Tengah telah hadir waktu dinasti Tang, di ibu kota Changan (Xian). Roti pipih dan daging kambing diduga merupakan salah satu pengaruh sajian Timur Tengah saat itu, yang kemudian diolah dengan rempah-rempah Tiongkok Daratan. Namun ada legenda lain menyebutkan bahwa pada akhir periode Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan (sekitar tahun 907-960 M), hidup seorang berama Zhao Kuangyin yang kelak menjadi kaisar. Pada saat itu ia sangat miskin dan tetap berambisi mengadu nasib ke kota Chang'an (sekarang Xi'an) ibukota Dinasti Tiongkok Kuno, Pada suatu hari hanya ada dua potong roti kering yang tersisa, dan tentu akan sulit untuknya memakan roti yang kering dan keras itu. Dia menemui pemilik kedai sup daging kambing dan memohon untuk memberikan semangkuk sup daging kambing. Roti itu kemudian dibelah, dipecah-pecah, dan dimasukkan ke dalam sup. Nasib membawa Zhao Kuangyin bertahta menjadi kaisar, pendiri dinasti Song dan ia tidak lupa akan makanan yang sangat harum dan lezat pada masa lalu. Ia pergi ke kedai sup kambing dan mempopulerkan masakan ini, yang dinamakan Paomo (Pao berarti direndam atau dicelup dan mo yang berarti roti kukus). Sejak saat itu, Yang Rou Pao Mo menjadi terkenal dan dinobatkan sebagai makanan khas di Xian. Selamat menyaksikan. Jangan lupa like, share, dan subscribe. Terima kasih.
Jelajah Beijing 7, Pasar Antik Terbesar di China, Panjayuan (潘家园) | Surga Benda Seni Harga Miring
16:11

Jelajah Beijing 7, Pasar Antik Terbesar di China, Panjayuan (潘家园) | Surga Benda Seni Harga Miring

Di vlog ini saya mengulas pasar barang antik Panjiayuan (潘家园) di kota Beijing. Pasar ini memiliki luas 48.500 meter persegi serta dibagi menjadi enam area, yaitu kerajinan tangan, furnitur klasik, batu mulia, lukisan dan kaligrafi, replika artefak, dan buku. Barang-barang yang ditawarkan di pasar ini pada umumnya adalah benda seni, benda antik, batu mulia seperti giok dan berbagai macam akik, buku, aksesoris, berbagai kerajinan tangan, dan dekorasi ruangan. Semuanya bergaya seni tradisional sesuai suku dan periode dinasti. Pasar ini memiliki lebih dari 4.000 vendor dan lebih dari 10.000 penjual yang mana 60% dari operator bisnis berasal dari 28 provinsi, kota dan daerah di luar Beijing. Selain suku mayoritas Han, suku minoritas seperti Hui, Manchu, Miao, Dong, Uygur, Mongolia, etnis Korea Utara dan lain-lain juga terlihat menjajakan barang-barang seni khas etnis mereka. Pasar ini dibangun pada tahun 1992 dan secara bertahap berkembang dengan munculnya dan aktivitas perdagangan seni antik rakyat dan telah menjadi pasar besar yang menyebarkan budaya rakyat. Pasar Panjiayuan ini dapat dikatakan yang terbesar, terlengkap, dan paling populer yang menjual barang antik di China. Ada begitu banyak jenis barang, menjadikan pasar ini seperti museum. Sebagai orang yang suka mengkoleksi berbagai macam barang antik, pasar ini merupakan surga untuk berburu barang-barang tersebut. Anda dapat menemukan kaligrafi, lukisan China, ukiran, alat musik tradisional Tiongkok, porselen, keramik, perabot kuno, replika artefak kuno, dll. Di pasar ini terdapat barang kuno dari ratusan tahun yang lalu, namun kebanyakan adalah imitasi. Oleh karena itu, pastikan anda dapat menawar dengan baik agar tidak tertipu harga yang sangat tinggi. Di beberapa vendor dapat dilihat banyak penjual batu mulia seperti giok, nephrite, agate, pirus, kristal, ametis, dan berbagai batu mulia lainnya dengan segala macam bentuk. Di stan yang menjual buku-buku kuno terlihat gambar-gambar propaganda, menjelang dan setelah China diambil alih komunisme. Gambar-gambar yang menggambarkan kehidupan budaya setelah berdirinya RRC bisa dengan mudah kita temukan. Di pasar antik yyang selalu ramai di akhir pekan ini juga memiliki berbagai macam lukisan dan kaligrafi dengan berbagai macam gaya goresan yang mencerminkan dari master kaligrafi pada periode dinasti tertentu. Panjiayuan jelas merupakan tempat yang cocok untuk melihat dan berburu karya seni masyarakat China dari berbagai periode dinasti, era politik, dan berbagai etnis. Selamat menyaksikan. Jangan lupa like, share, dan subscribe.
Kuliner Xinjiang 1, Roti Uyghur: Nang & Kaobaozi (馕与烤包子)
09:40

Kuliner Xinjiang 1, Roti Uyghur: Nang & Kaobaozi (馕与烤包子)

Di vlog ini saya mengulas 2 roti Uyghur yang spesial, yaitu nang (馕) dan kaobaozi (烤包子). (*koreksi penulisan yang benar di video: kaobazi, bukan kaobaozhi) Roti Uyghur, disebut sebagai nang (馕) atau juga diucapkan naan, adalah roti pipih Asia Tengah yang dapat ditemukan di seluruh wilayah Xinjiang, Tiongkok barat. Roti ini selalu hadir dan disajikan dalam hidangan masyarakat Uyghur, kapanpun dan di manapun. Meskipun ada banyak makanan unik dan istimewa di Xinjiang yang patut dicoba, namun roti lokal ini memiliki ciri khas yang berbeda dari sajian roti dari suku Han, suku mayoritas di Tiongkok. Pertama, roti ini dipanggang di luar ruangan, di dalam oven dari batu bata atau juga tong tanah liat yang besar sebagai ovennya, dipanaskan menggunakan arang ataupun kayu sehingga aroma roti ini tercium oleh orang-orang yang melewati kedainya. Roti nang dapat dibuat dalam berbagai macam ukuran. Namun yang seringkali dijumpai adalah menyerupai piring-piring berukuran besar. Pola dekoratif di permukaan atasnya dibuat dengan alat khusus setelah dipanggang. Untuk toping di atasnya juga ada berbagai macam. Beberapa dibuat polos, sedangkan beberapa lainnya ditaburi wijen di atasnya. Ada juga versi yang manis tetapi saya tidak bisa menemukan varian itu di berbagai restoran Xinjiang. Kemudian roti kedua yang saya ulas adalah kaobaozi (烤包子) atau disebut Samsa atau Samosa panggang, semacam pai panggang berisi daging kambing cincang. Daging kambing yang dicincang dadu dan bawang bombay dicampur dengan beberapa rempah-rempah pedas, seperti jintan dan bubuk merica untuk membuat isian menjadi beraroma. Isi yang sudah disiapkan tadi kemudian dibungkus dengan adonan tipis. Pai dipanggang di dalam oven yang sama, ditempelkan pada sisi-sisinya, kemudian ditunggu hingga kecoklat-coklatan dan bertekstur keras renyah serta dagingnya telah empuk dan berminyak. Dua roti ini akan selalu anda temui di restoran Xinjiang dan segera menjadi favorit anda begitu mencicipinya. Selamat menyaksikan vlog ini. Jangan lupa like, share, dan subscribe. Terima kasih.
Kuliner Sichuan 2, Sejarah Ayam Kung Pao (宫保鸡丁)
08:46

Kuliner Sichuan 2, Sejarah Ayam Kung Pao (宫保鸡丁)

Sejarah mengatakan bahwa kuliner ayam Kung Pao khas Sichuan diciptakan oleh Ding Baozhen yang hidup pada tahun 1820-1886. Ia adalah seorang gubernur provinsi Sichuan pada masa Dinasti Qing. Ding Baozhen sangat tertarik kuliner dan menyukai masakan, khususnya kuliner ayam dan rasa pedas Sichuan. Kemudian dia menciptakan masakaan yang terbuat dari ayam yang diiris dadu, ditambah cabai merah yang dihaluskan, dan kacang. Maka jadilah yang saya santap saat ini dengan nama 宫保鸡丁 (Gong Bao Ji Ding) atau ayam Kung Pao. Sajian ini pada awalnya adalah masakan rumah pribadi keluarga Ding, tetapi seiring waktu berlalu hidangan ini menjadi semakin terkenal. Terdapat cerita bahwa ketika seseorang mengunjungi rumahnya, Ding Baozhen menyajikan hidangan ini. Sang tamu menyukai rasa hidangan ini. Sejak itu Ding Baozhen seringkali menyajikannya kepada tamunya sendiri. Kepopuleran hidangan ini cepat menyebar di provinsi Sichuan dan kemudian hidangan ini dinamai untuk menghormati Ding Baozhen, sang penemu hidangan. Jadi kata 宫保atau Kung Pao sebenarnya adalah gelar resmi Ding Baozhen. Dia adalah gubernur Sichuan selama 10 tahun; dia berkontribusi banyak kepada penduduk setempat. Pemerintah Qing memberinya gelar resmi, "宫保 (Gong Bao) yang diterjemahkan menjadi "seorang perwira yang melindungi putra mahkota." atau versi yang lain berarti “sang penjaga istana”. Kontribusinya kepada orang-orang di Sichuan membuatnya mendapatkan nama yang sama untuk hidangan spesial ini. Selama Revolusi Kebudayaan (1966 – 1976), nama hidangan ini dipermasalahkan secara politis karena namanya yang berbaru imperial kekaisaran. Kemudian nama hidangan ini diganti namanya menjadi "ayam pedas" (Mandarin: 糊 辣 鸡丁; pinyin: húlà jīdīng) oleh para pengikut setia Mao atau Maois hingga akhirnya pada 1980-an waktu reformasi pintu terbuka Deng Xiaoping, nama hidangan ini kembali disebut Gong Bao Ji Ding. Selamat menyaksikan. Jangan lupa like, share, dan subscribe. Terima kasih
Jelajah Beijing 6. Qianmen Street, Pusat Bisnis Dinasti Qing (前门)
13:58

Jelajah Beijing 6. Qianmen Street, Pusat Bisnis Dinasti Qing (前门)

Jalan Qianmen merupakan salah satu jalan tertua sekaligus pusat bisnis pada zaman dinasti Qing. Jalan ini membentang lurus sepanjang 845 meter ke selatan dari Lapangan Tiananmen ataupun juga dari Kota Terlarang. Di sekitar jalan ini terdapat pusat perekonomian yang sudah dimulai sejak 600an tahun yang lalu. Bahkan setelah 600 tahun, kedinastian berganti menjadi republik, jalan ini tidak banyak berubah, kecuali perubahan arsitek dan menjadi pusat komersial yaang modern. Di jalan ini terdapat sekitar 80 toko terkenal yang telah beroperasi selama lebih dari 100 tahun, seperti toko saus, bumbu, dan acar Liubiju, apotek Tongrentang, toko kain sutra, toko sepatu toko, toko teh, dan berbagai macam toko lainnya. Saat ini toko tradisional dan modern telah menyatu, kita dapat melihat toko suvenir, pakaian, restoran fast food, kedai starbuck dengan arsitek tradisional, toko buku modern, dan lain sebagainya. Beijing memiliki banyak jalan pusat perbelanjaan yang bersejarah. Qianmen adalah salah satu yang populer selain Wangfujing dan Hutong. Jalan Qianmen perrtama kali dibuat pada era Dinasti Ming. Pada saat Kaisar Jiajing, kaisar Dinasti Ming ke-12 (1368-1644), jalan itu dipenuhi dengan bangunan yang berfungsi sebagai asrama, menyediakan rumah atau penginapan bagi warga dari luar kota Beijing yang berniat mengikuti ujian kekaisaran. Jalan Qianmen menjadi lebih ramai di tahun-tahun awal Dinasti Qing (1644-1911) dengan perkembangan kegiatan budaya dan perdangangan. Pameran lampion, teater, dan rumah teh, rumah arak, restoran, dan usaha-usaha lain berkembang pesat. Salah satu restoran legendaris di jalan Qianmen yaitu restoran Bebek Peking Quanjude. Restoran ini adalah bagian penting dari sejarah dan kuliner Beijing. Bebek Peking merupakan sajian bangsawan pada saat itu. Bahkan hingga saat ini, Bebek Peking yang dibuat dari bebek pilihan dan cara pemanggangan yang khas. Bebek Peking Quanjude juga pernah muncul di buku teks bahasa Mandarin. Jalan Qianmen ini pernah dibakar habis pada tahun 1900 ketika Pasukan Sekutu mengobrak-abrik Beijing. Namun setelah itu jalan Qianmen dibangun kembali tahun 1920-an hingga 1930-an. Area seluas 1,4 kilometer persegi telah dibangun menjadi tempat untuk kegiatan budaya, makanan, belanja, dan hiburan. Termasuk tram untuk mengangkut dan menghibur wisatawan. Selamat menyaksikan vlog ini. Jangan lupa like, share, dan subscribe
Jelajah Beijing 5, Sejarah Kota Terlarang (The Forbidden City)
11:42

Jelajah Beijing 5, Sejarah Kota Terlarang (The Forbidden City)

Kota Terlarang (The Forbidden City) atau dalam bahasa Mandarin disebut 故宫 (gugong) adalah keraton atau istana kekaisaran Tiongkok yang terbesar. Istana ini dibangun tahun 1420 pada awal Dinasti Ming dan sampai saat ini bangunan Istana Kota Terlarang adalah yang paling terpelihara di antara banyak keraton kekaisaran dinasti lainnya di Tiongkok serta memiliki struktur tata ruang kuno terbesar di dunia. Lokasi Kota Terlarang persis di tengah kota Beijing. Jika kita ingin masuk dan menjelajahi kota terlarang setidaknya dibutuhkan waktu kurang lebih 3 jam. Beberapa fakta menarik tentang Kota Terlarang adalah dibutukan waktu 14 tahun untuk membangun kompleks keraton kekaisaran ini (yaitu dari 1406 hingga 1420). Kompleks bangunan ini dibangun oleh lebih dari 1.000.000 pekerja, termasuk lebih dari 100.000 pengrajin. Kota TerIarang pernah menjadi istana kekaisaran Tiongkok selama 492 tahun (1420–1912), juga kediaman dari 24 kaisar (14 kaisar dari dinasti Ming dan 10 dari dinasti Qing). Luas kompleks Kota Terlarang hampir 1 km persegi. Di dalamnya memiliki 980 bangunan, di lebih dari 70 kompleks istana, dengan lebih dari 8.700 kamar. Keraton ini dikelilingi oleh tembok setinggi 10 meter yang panjangnya 3,4 km. Kota terlarang dikunjungi setidaknya 14 juta orang pengunjung atau wisatawan per tahun. Pada awalnya Kota Terlarang disebut 'Kota Terlarang Ungu' (紫禁城 Zijincheng). Namun sekarang, penyebutanya sudah berubah menjadi Gugong (故宫) atau istana kuno. Dari tahun 1912, Kota Terlarang tidak lagi menjadi rumah bagi kaisar dengan turun tahtanya kaisar Dinasti Qing terakhir yaitu Puyi. Pada tahun 1925, Kota Terlarang menjadi Museum dan pada tahun 1987 masuk sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kota Terlarang sangat terkenal bukan hanya karena sejarah dan luas kompleksnya, tetapi juga karena desain arsitekturnya yang unik. Kota terlarang dibangun dengan memperhatikan aspek kesimetrian, berorientasi posisi Selatan-Utara. Istana-istana di kompleks Kota Terlarang dibangun menggunakan kayu-kayu besar serta berkualitas tinggi. Struktur dari semua bangunan dibangun dengan balok dan kolom kayu berkualitas tinggi dan berharga yang diambil dari dari hutan di Tiongkok barat daya. Tukang kayu Kota Terlarang tidak menggunakan paku, melainkan kuncian kolom. Penggunaan paku dianggap bertentangan dengan filosofi keharmonisan. Warna yang mendominasi pada bangunan istana adalah kuning dan merah, seperti pada dinding, pilar, pintu, dan jendela yang sebagian besar dicat merah. Warna merah bagi masyarakat Tiongkok dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kebahagiaan. Kemudian warna kuning adalah simbol kekuatan tertinggi, dan selama dinasti Ming dan Qing, warna kuning hanya digunakan oleh keluarga kekaisaran. Warna kuning dapat kita lihat pada genteng atau atap bangunan dari setiap istana. Kota Terlarang yang sekarang berfungsi sebagai museum memiliki lebih dari satu juta karya seni langka dan berharga. Koleksinya meliputi keramik, lukisan, kaligrafi, perunggu, jam, potongan batu giok, buku kuno, dan dokumen dokumen sejarah lainnya. Museum Istana memiliki 340.000 benda keramik dan porselen. Koleksi tersebut termasuk koleksi kekaisaran dari dinasti Tang dan dinasti Song. Selain itu, istana ini menyimpan hampir 50.000 lukisan, di mana lebih dari 400 berasal dari sebelum dinasti Yuan (1271–1368). Kemudian koleksi perunggunya berasal dari dinasti Shang awal. Dari hampir 10.000 keping yang dimiliki, sekitar 1.600 adalah benda dari periode sebelum dinasti Qin (sebelum 221 SM). Museum Kota Terlarang juga memiliki salah satu koleksi arloji mekanik terbesar abad ke-18 dan 19 di dunia, dengan lebih dari 1.000 buah. Koleksinya berisi karya-karya buatan China dan barat. Banyak koleksi arloji berasal dari bengkel milik istana sendiri. Arloji asing datang dari negara-negara termasuk Inggris, Prancis, Swiss, Amerika Serikat dan Jepang. Dari jumlah tersebut, bagian terbesar berasal dari Inggris. Kemudian juga terdapat 30.000 keping giok. Sebagian besar koleksi Museum yang terdiri dari artefak ini termasuk barang-barang yang digunakan oleh keluarga kekaisaran dan istana dalam kehidupan sehari-hari. Mengunjungi dan menjelajahi Kota Terlarang akan membawa kita merasakan atmosfir kekaisaran Tiongkok masa lalu yang penuh dengan sistem sosial, seni, dan budaya yang khas. Selamat menyaksikan vlog ini. Jangan lupa like, share, dan subscribe. Terima kasih.
bottom of page