Revolusi Industri 4.0 dan Pekerjaan Baru Berkualifikasi Bahasa Indonesia di Tiongkok

Sebuah Esai oleh : Hendy Yuniarto


ilustrasi revolusi industri 4.0 (ied.eu)


Jurusan S1 Bahasa Indonesia pertama kali di Tiongkok diselenggarakan di Universitas Peking pada tahun 1949. Kemudian pada tahun 1960 Universitas Bahasa-Bahasa Asing Beijing yang dikenal sebagai kampus pencetak diplomat mulai mendirikan jurusan S1 Bahasa Indonesia. Pada tahun 1970, Universitas Bahasa-Bahasa Asing Guangdong mulai mendirikan Jurusan S1 Bahasa Indonesia.


Pada saat itu kebanyakan lulusan bekerja sebagai penerjemah di perusahaan, diplomat,  dan dosen ataupun peneliti. Seiring dengan peningkatan volume industri serta perdagangan Tiongkok-Indonesia, maka kebutuhan tenaga kerja berkualifikasi bahasa Indonesia semakin meningkat. Sampai tahun 2019 terdapat 14 universitas di Tiongkok yang menyelenggarakan program studi bahasa Indonesia, yaitu :


1. Peking University(北京大学),

2. Beijing Foreign Studies University(北京外国语大学),

3. Tianjin Foreign Studies University(天津外国语大学),

4. Xian Foreign Studies University (西安外国语大学),

5. Shanghai Foreign Studies University(上海外国语大学),

6. Guangdong Foreign Studies University(广东外国语大学),

7. Zhejiang Yuexiu University of Foreign Languages

(浙江越秀外国语学院),

8. Jilin Huaqiao Foreign Languages Institutes (吉林华侨大学),

9. Luoyang Foreign Studies University (洛阳外国语大学),

10. Yunnan University (云南大学),

11. Yunnan Minzu University (云南民族大学)

12. Guangxi Normal University (广西师范大学),

13. Guangxi Minzu University (广西民族大学),

14. Guangxi University for Nationality (相思湖学院)


Kebutuhan lulusan jurusan Bahasa Indonesia di pasar kerja saat ini semakin luas. Pada tahun 2017 lulusan Universitas Bahasa-Bahasa Asing Beijing bekerja di Kementerian Luar Negeri Tiongkok, perusahaan swasta sebagai penerjemah, perusahaan startup (termasuk fintech dan e-commerce), serta Bank of China. Selain lulusan BFSU, para lulusan dari universitas lain juga mendapatkan pekerjaan pada bidang kerja yang sama. Namun dari beberapa jenis pekerjaan tersebut, pekerjaan sebagai penerjemah adalah posisi yang sangat umum dapat ditemukan dan banyak dicari para lulusan. Banyak perusahaan Tiongkok yang melakukan komunikasi, transaksi ataupun bekerja sama dengan perusahaan Indonesia membutuhkan penerjemah, baik penerjemah lisan maupun tulis.


Posisi pekerjaan di bidang fintech, e-commerce, dan startup lainnya nampaknya mulai digemari para mahasiswa setelah tahun 2015, bahkan cenderung semakin meningkat di tahun 2019. Selain menawarkan gaji yang tinggi, bekerja di perusahaan startup dianggap lebih santai dan menawarkan pengembangan ide yang lebih tinggi. Pada tahun 2015 terdapat beberapa mahasiswa jurusan bahasa Indonesia yang melaksanakan kerja praktik di perusahaan e-commerce ternama seperti Alibaba dan startup UC Browser.


Saat ini dunia telah memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan munculnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligent), data besar (Big Data), Internet of Things (IoT), layanan cloud, teknologi robotik dan sensor, dan printer 3D (Satya, 2018). Revolusi industri 4.0 berdampak pada berbagai macam aspek kehidupan yaitu: produksi, energi, pertaninan, makanan, keamanan, pendidikan, lingkungan, mobilitas, sistem keuangan, informasi, hiburan, layanan kesehatan, perdagangan serta investasi internasional, dan konsumsi.


Dampak pada aspek-aspek tersebut disebabkan perkembangan pesat kemampuan komputer, kecepatan komunikasi, kapasitas penyimpanan data, dan lain-lain. Kemunculan teknologi 5G dengan kecepatan 20 Gbps (setara dengan mengunduh film Ultra HD dalam waktu 10 detik) memungkinkan bisnis-bisnis baru bermunculan. Oleh karena itu akan tercipta pekerjaan baru, namun akan terdapat pula pekerjaan yang menghilang karena otomatisasi. Industri 4.0 secara fundamental telah mengubah cara beraktivitas manusia dan memberikan pengaruh yang besar terhadap dunia kerja. Industri 4.0 membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dalam literasi digital, literasi teknologi, dan literasi manusia.


Perusahaan fintech, e-commerce, serta startup lainnya di Tiongkok berkembang sangat pesat dan mendapat respon yang positif. Pada tahun 2018 terdapat hampir 100 perusahaan teknologi berpredikat unicorn, yaitu bervaluasi lebih dari 1 miliar USD (13,1 Triliun). Saat ini terdapat 186 unicorn di Tiongkok yang keseluruhannya bernilai 10 kuadriliun atau 7 kali lebih besar dari pendapatan negara Indonesia tahun 2018.


Perusahaan starup yang berkembang pesat di Tiongkok turut mempengaruhi perusahaan startup Indonesia, terbukti beberapa investasi yang digelontorkan startup Tiongkok ke Indonesia. Selain itu, beberapa startup Tiongkok mulai mendirikan kantornya di Indonesia, seperti JD dan Tik Tok yang telah membuka cabangnya di Indonesia. Oleh karena itu, lowongan untuk lulusan berkualifikasi bahasa Indonesia semain tersedia di website pencari kerja. Selanjutnya, kecenderungan lulusan berkualifikasi bahasa Indonesia yang bekerja di perusahaan startup atau industri teknologi juga meningkat.


Tujuan pembelajaran BIPA tentu memiliki hubungan erat dengan pemenuhan kebutuhan. Mackey dan Mountford menjelaskan bahwa ada tiga kebutuhan yang mendorong seseorang belajar bahasa, yakni kebutuhan akan pekerjaan, kebutuhan program latihan kejuruan, dan kebutuhan untuk belajar. Kebutuhan akan pekerjaan adalah tujuan penting dari mahasiswa Tiongkok yang mengambil studi bahasa Indonesia. Alasan belajar bahasa Indonesia bagi mereka adalah karena kebutuhan pasar kerja dengan kualifikasi bahasa Indonesia cukup tersedia, bahkan cenderung meningkat. Fakta ini juga didukung pula dengan berdirinya jurusan bahasa Indonesia di berbagai provinsi di Tiongkok.


Berbagai perusahaan startup di Tiongkok memberikan kesempatan kerja dengan kualifikasi bahasa Indonesia. Perusahaan startup Tiongkok yang memiliki hubungan kerja sama dengan Indonesia tentu akan membutuhkan pekerja dengan kemampuan berkomunikasi, khususnya bahasa Indonesia yang mumpuni. Kebutuhan pekerja dengan kualifikasi ini dapat dilihat di beberapa website pencari kerja. Selain itu, minat lulusan jurusan bahasa Indonesia di universitas-universitas di Tiongkok yang bekerja di perusahaan startup juga meningkat. Keinginan ini didahului dengan praktik kerja lapangan di perusahaan-perusahaan startup yang digemari.


Jenis pekerjaan untuk kualifikasi bahasa Indonesia yang muncul pada perusahaan startup di Tiongkok sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut. Pengkajian bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan studi bahasa Indonesia, khususnya tujuan pasar kerja perusahaan teknologi. Pergeserean tren pekerjaan sudah terjadi dan bagi para pengajar BIPA tentu fakta ini menjadi tantangan untuk mengembangkan materi pengajaran untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja di era revlousi industri 4.0.


Penelitian singkat ini mengkaji sumber data secara kualitatif terkait lapangan pekerjaan berlatar belakang studi Bahasa Indonesia. Adapun data didapatkan dari tiga situs pencari kerja utama serta bereputasi di Tiongkok, yaitu zhaopin.com, 51job.com, dan zhipin.com. Pencarian data dilakukan pada batas bulan April-Mei 2019 dengan bahasa Indonesia sebagai kata kunci pencarian. Hasil yang ditunjukkan selama kurun waktu 2 bulan tersebut adalah didapatkan kurang lebih 35 lowongan pekerjaan. Semua lowongan pekerjaan tersebut mensyaratkan berlatar pendidikan bahasa Indonesia atau memiliki kemampuan berbahasa Indonesia.


Data diklasifikasikan menurut posisi, tanggung jawab, dan kualifikasinya. Setelah dilakukan pengklasifikasian, maka analisis dapat disajikan dan hasil berupa kecenderungan perkembangan pasar kerja terlihat jelas. Pasar kerja pada tahun 2019 memiliki kecenderungan yang meningkat terhadap perusahaan startup. Posisi di bidang non startup masih berhubungan dengan penerjemah lapangan, peneliti, dan guru. Meskipun pada dasarnya para posisi pekerjaan di perusahaan startup tersebut merupakan penerjemah, namun kecakapan bidang teknologi menjadi persyaratan yang utama.


Hasil pencarian di 3 website pencari kerja selama bulan April-Mei 2019 ditemukan  sebanyak 35 lowongan pekerjaan berkata kunci bahasa Indonesia. Dari ke 35 lowongan tersebut, terdapat 12 posisi pekerjaan yang mensyaratkan pelamar memiliki kemampuan bahasa Indonesia. Kedua belas posisi pekerjaan beserta jumlah lowongannya disajikan dalam grafik berikut.


Temuan data tersebut cukup merepresentasikan pasar kerja berkualifikasi bahasa Indoensia di Tiongkok pada paruh pertama tahun 2019. Dari kedua belas posisi tersebut, terdapat 3 posisi terkait industri teknologi, khususnya startup yang baru muncul beberapa tahun belakangan dan mungkin akan semakin berkembang, yaitu evaluator konten digital, spesialis operator game dan penerjemah game, dan pelabel data. Perusahaan startup yang memiliki hubungan dengan pasar konsumen di Indonesia akan selalu membutuhan pekerja berkualifikasi bahasa Indonesia. Beberapa pekerja juga dikirim ke perusahaan cabang di Indonesia. Tanggung jawab pekerjaan dan kualifikasi berhubungan dengan kecakapan berbahasa Indonesia diuraikan sebagai berikut.


1. Evaluator Konten Digital


Tugas utama evaluator konten digital adalah mengevaluasi setiap konten digital, seperti gambar dan video berbahasa Indonesia. Menghubungkan karakter kebahasaan dan latar belakang budaya, serta memberikan konten berdasarkan penilaian pasar. Sebagai evaluator, pekerja juga bertanggung jawab atas keamanan konten produk video pendek untuk memastikan konten sah dan mematuhi hukum yang berlaku. Selain itu, evaluator bertanggung jawab untuk merumuskan dan memelihara ketentuan standar konten digital.


Kualifikasi yang berhubungan dengan posisi ini adalah orang dengan kemampuan bahasa Indonesia yang baik, khususnya bagi mereka yang familiar dengan budaya lokal serta industri media. Mengikuti perkembangan media terkini di internet yang diprioritaskan pada latar belakang terkait Indonesia. Memiliki kepekaan terhadap kejadian terkini lewat berita adalah wajib bagi para pelamar posisi ini. Selain itu, juga akrab dengan undang-undang, peraturan, dan standar peraturan Internet.


Menjadi evaluator konten digital Indonesia tentu dibutuhkan pengetahuan kebahasaan yang berkaitan erat dengan dunia hiburan seperti berita artis, musik, film, dan peristiwa yang berhubungan dengan anak muda. Bahasa yang terdapat di dalam berita hiburan Indonesia pun memiliki kekhasan dibanding bahasa tulis formal di buku belajar bahasa BIPA atau di berita-berita nasional. Kemampuan memahami ragam bahasa remaja Indonesia di dunia hiburan menjadi syarat mutlak pada posisi evaluator konten digital,

Untuk memberikan kemampuan terkait kebutuhan posisi ini maka dalam pembelajaran BIPA juga sebaiknya diberikan materi-materi terkait media sosial di Indonesia.


Penyusunan materi dapat diambilkan dari artikel-artikel langsung di media sosial terbesar di Indonesia seperti Instagram, Facebook, dan Youtube, Twitter, WhatsApp (Adji, 2019). Variasi bahasa pada tataran kata, frase, sampai klausa di media sosial di atas adalah fokus materi yang diberikan sebagaimana tidak ditemukan dalam buku-buku materi bipa karena ragam bahasa formal yang lebih diutamakan.


Ragam bahasa di media sosial atau internet slang, khususnya yang digunakan oleh remaja bersifat informal, terbatas pada komunitas, dan dipahami kalangan umur tertentu. Pemodifikasian struktur linguistik seperti aferesis, sinkope, apokope, diftongisasi, perubahan leksikal, dan abreviasi memunculkan ragam bahasa khas di media sosial.


Penggunaan kata kuy ‘yuk’, mager ‘malas gerak’, baper ‘bawa perasaan’, gegara ‘gara-gara’, wkwkwkw ‘ekspresi tertawa’, woles ‘pelan-pelan’ sangat akrab digunakan akhir-akhir ini. Meskipun bersifat informal, namun ragam bahasa Indonesia di media sosial dan pembentukannya layak disajikan sebagai bahan materi pengajaran. Ragam bahasa media sosial di Indonesia cenderung dinamis, dapat berubah dalam kurun waktu yang singkat.

Selain mengikuti perkembangan ragam bahasa media sosial, mengikuti informasi terbaru yang sedang terjadi di Indonesia juga sangat penting. Penggunaan Google Trends sangat efektif untuk mengetahui perkembangan informasi terkini yang dinamis.


Google Trends dapat dimanfaatkan untuk acuan pemilihan materi terkait apa yang menjadi tren di media sosial saat ini, karena untuk menjadi evaluator konten digital Indonesia harus akrab dengan perkembangan terbaru media sosial di Indonesia. Pemberian materi terkait media sosial di Indonesia ini lebih tepat dilakukan pada level madya. Alasan utama pemberian materi budaya populer pada level menengah adalah para pembelajar telah mendapatkan dasar-dasar bahasa Indonesia yang baku serta bersifat formal.


Setelah mempelajari dasar bahasa dengan mantap, pembelajar diharapkan siap menerima ragam bahasa pada budaya populer atau konten remaja di media sosial yang cenderung informal. Diharapkan dengan pemberian materi terkait media sosial Indonesia, para lulusan tidak akan menjadi kaku untuk menghadapi pekerjaan sebagai evaluator konten digital Indonesia.


2. Spesialis Operator dan Penerjemah Game


Industri game di Indonesia memiliki potensi besar dan telah berkembang pesat hingga pada tahun 2018 bernilai 11 triliun rupiah. Pesatnya perkembangan industri game didukung oleh besarnya pasar konsumen Indonesia. Saat ini game tidak hanya dimainkan sebagai hiburan saja, namun juga sebagai pekerjaan, baik pekerjaan sampingan maupun pekerjaan utama. Game juga dikategorikan sebagai olahraga dan telah masuk cabang olahrga di kompetisi Asian Game di Jakarta & Palembang pada tahun 2018.


Game di Indonesia ternyata juga diramaikan oleh game buatan Tiongkok. Masuknya game buatan Tiongkok di Indonesia tentu juga menambah kesempatan kerja di bidang ini. Peningkatan ini terlihat pada kebutuhan posisi operator dan penerjemah game dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia. Dari data yang didapatkan terdapat 4 lowongan pekerjaan sebagai spesialis operator game dan 2 penerjemah game yang berkualifikasi bahasa Indonesia.


Pekerjaan ini bertanggung jawab untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dalam pengoperasian game versi bahasa Indonesia. Operator game menyediakan saran yang profesional kepada pemain game untuk menjamin bahwa pemain dapat memahami dengan baik dalam menggunakan game dengan cara memberikan tanggapan secara langsung, mengikuti, dan mendampingi terhadap permasalahan pemain, serta berkomunikasi dengan pemain. Selain itu, operator game harus memahami kebutuhan pemain, mengumpulkan, menata, dan menyaring komentar dan saran para pemain.


Operator harus membangun hubungan baik dengan pemain dan meningkatkan kepuasan pemain. Operator juga menangani layanan umpan balik tepat waktu, menindaklanjuti dan membantu menangani masalah pemain, dan berkomunikasi dengan pemain. Dari tanggung jawab di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan berkomunikasi bahasa Indoensia dengan baik sangat dibutuhkan.


Kualifikasi posisi operator game diutamakan pemain game, berpengalaman pada pekerjaan di bidang game, dan menyukai bisnis game. Pelamar posisi ini harus memiliki kemampuan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis bahasa Indonesia. Literasi tentang Indonesia yang kuat seperti dapat secara langsung menulis dan mengedit teks Indonesia, berkomunikasi langsung dengan pemain, dan memiliki kemampuan berbicara serta mendengarkan yang baik sangat dipentingkan. Pelamar juga dituntut untuk memahami psikologi pemain di pasar Indonesia dan menguasai kebutuhan pemain.


Di samping operator game, juga terdapat posisi sebagai penerjemah game. Tanggung jawab utama posisi ini adalah menerjemahkan teks-teks dalam game dari bahasa Mandarin ke Indonesia. Pelamar tentu harus akrab dengan permainan komputer, terutama game online, dan memahami gaya kalimat dan kata-kata dalam bahasa game. Selain itu juga dituntut memiliki kemampuan berbahasa ekspresif yang sangat baik, keterampilan menulis yang mendalam, dan penggunaan kata-kata secara profesional.


Kualifikasi yang dibutuhkan untuk posisi ini adalah lulusan bahasa Indonesia atau berkemampuan bahasa Indonesia, akrab dengan industri game. Selain itu pelamar juga harus mengetahui pasar Indonesia, tertarik pada budaya Indonesia, dan lebih akrab dengan karakteristik konsumen pengguna internet.


Untuk menunjang kemampuan pembelajar bahasa Indonesia yang berfokus pada bidang ini adalah memasukkan materi terkait game online. Tujuan dari pemberian materi ini adalah untuk memahami ragam bahasa game online Indonesia. Ragam bahasa game, sebagaimana ragam-ragam bahasa lainnya, memiliki kekhasan dalam aspek kosakata.


Pemberian materi ini terkait ragam bahasa, khususnya di bidang game online dapat dilakukan pada level madya atau mahir. Materi-materi game online dapat diperoleh dari artikel berita game online dan konten video tentang pertandingan game di youtube.com. Dengan pemberian materi ini, maka kualifikasi pembelajar akan sesuai dengan target kebutuhan pasar kerja sebagai operator game ataupun penerjemah game.


3. Pelabel Data


Pelabelan data adalah proses melabeli data agar dapat digunakan oleh mesin serta aplikasi kecerdasan buatan, karena pada dasarnya komputer memiliki keterbatasan yang tak bisa diselesaikan tanpa intervensi manusia . Data dapat berupa hampir semua jenis data yang mungkin dipahami manusia, termasuk gambar dari mobil, ponsel, atau instrumen medis, teks dalam bahasa Inggris, Spanyol, Mandarin, atau bahasa lainnya, audio, video, radar, dan jenis data lainnya. Pekerjaan sebagai pelabel data di perusahaan teknologi muncul sebagai jawaban atas kebutuhan untuk memberi label agar dapat dibaca mesin atau aplikasi. Label data dibutuhkan pada kemudi otomatis, drone, mesin robot, Augmented Reality dan Virtual Reality, serta perusahaan ritel.


Pelabel data membantu mengkategorikan data atau konten, menilai, dan kemudian melampirkan tag ke data. Pekerjaan ini bertujuan mengelompokkan informasi atau materi bersama-sama berdasarkan relevansinya. Pelabel data dapat digunakan oleh perusahaan untuk membantu mengidentifikasi pola, kategorisasi, segementasi semantik, persepsi gambar, memahami suara, dan meningkatkan aksesibilitas ke konten menurut topik. Pelabel harus meneliti materi dengan cermat untuk memastikan bahwa materi itu ditandai secara akurat dan menyeluruh. 


Alat anotasi data digunakan untuk menyortir, mengklasifikasikan, dan melabeli data-data tersebut. Pelabel sepenuhnya memahami latar belakang dan bertanggung jawab untuk berpartisipasi dalam pembangunan korpus, khusunya terkait data-data berlatar belakang Indonesia atau yang akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.


Seorang pelabel data bertanggung jawab untuk menggunakan alat anotasi data untuk menyortir, mengklasifikasikan, dan melabeli gambar, teks, dan video berkaitan berlatar belakang bahasa Indonesia. Oleh karena itu, dalam melakukan pelabelan, pekerja harus akrab dengan bahasa Indonesia, fasih berbahasa Indonesia, fasih dalam mendengar dan menulis bahasa Indonesia, dan memiliki keterampilan komunikasi yang kuat. Selain itu, kebutuhan yang mendukung dalam bidang ini adalah materi terkait dengan geografi karena banyak tugas dari pekerjaan pelabel adalah melabeli apa yang terdapat di lingkungan tempat manusia tinggal dan berinteraksi.


Berdasarkan analisis terhadap 35 lowongan pekerjaan selama April dan Mei tahun 2019 ditemukan 3 posisi pekerjaan baru. Ketiga posisi tersebut adalah evaluator konten digital, operator dan penerjemah game, dan pelabel data. Kemunculan ketiga posisi tersebut secara langsung dan tidak langsung disebabkan karena berkembang pesatnya teknologi yang memasuki era revolusi industri 4.0. Di era ini sangat memungkinkan munculnya posisi pekerjaan baru, termasuk yang membutuhkan kualifikasi bahasa Indonesia.


Dengan kemunculan ketiga posisi tersebut maka pengajaran BIPA mendapatkan tantangan baru untuk menyesuaikan dan menambah bahan pengajaran sesuai kebutuhan di dunia kerja bidang teknologi. Materi BIPA sudah selayaknya diperkaya dengan konten-konten teknologi, khususnya terkait industri digital. Pesatnya perkembangan konten digital seperti video, game, dan dan layanan perusahaan start up memberikan materi yang melimpah.


Selanjutnya konten tersebut dapat dimasukkan ke dalam buku ajar atau bahkan dijadikan mata kuliah yang spesifik membahas tentang perkembangan teknologi di Indonesia. Selain itu, perkembangan budaya populer di media sosial juga perlu diperhatikan lebih lanjut.

Revolusi Industri 4.0 memberikan tantangan baru bagi pengajar BIPA karena harus menuntut pengajar yang dapat memenuhi kebutuhan bahasa Indonesia dalam ranah digital serta perdagangan. Kontekstual  bahasa pada konten digital harus lebih dipaparkan agar para mahasiswa tidak gagap dalam dunia kerja di bidang industri digital berbahasa Indonesia di masa depan.


#tiongkok #revolusiindustri4 #mandarin #indonesia #bahasa