Peninggalan Dinasti Shang di Yinxu

Penulis : Hendy Yuniarto


Yinxu (harafiah: reruntuhan kota Yin) adalah situs salah satu ibu kota kuno dalam sejarah utama Tiongkok. Sisa-sisa dari reruntuhan mewakili kota kuno Yin, ibukota terakhir dari dinasti Shang. Dinasti Shang (1700-1027 SM) adalah dinasti yang berkuasa paling awal di Tiongkok.


Tungku untuk upacara ritual penting pada masa dinasti Shang


Meskipun sebelum dinasti Shang terdapat dinasti Xia (2070-1600 SM), namun dinasti ini tidak memiliki banyak bukti historis. Catatan tertulis paling awal dalam dari Dinasti Shang dimulai ketika seorang kepala suku bernama Tang mengalahkan Dinasti Xia pada 1766 SM yang berada di bawah kepemimpinan Jie, seorang kaisar tiran. Jie selamat dari pertempuran tetapi kemudian meninggal karena sakit.


Dinasti Shang dikenal dengan kemajuan mereka dalam matematika, astronomi, karya seni, dan teknologi militer. Bukti yang menunjukkan bahwa Dinasti Shang memiliki peradaban maju untuk masanya adalah karya-karya perunggu yang canggih, tembikar, keramik, dan pernak-pernik yang terbuat dari batu giok.

Peralatan perunggu pada zaman dinasti Shang


Pemerintah kerajaan dan bangsawan Shang membutuhkan sejumlah besar peralatan perunggu yang berbeda untuk berbagai keperluan upacara dan rumah tangga. Dalam bidang militer ditemukan artefak persenjataan seperti tombak berujung perunggu, kapak, dan busur. Selain itu, tentara Shang telah dilengkapi dengan kereta berkuda.


Situs Yinxu yang terletak di kota Anyang, provinsi Henan, dijadikan ibu kota yang diperintah oleh raja-raja Shang selama lebih dari dua abad, dengan altar, kuil, dan istana yang terletak di tengah. Di sekeliling istana adalah kawasan para pengrajin yang terdiri dari kawasan industri pemahat batu, pengrajin perunggu, tembikar, dan lainnya. Kemudian bagian yang terluar adalah perumahan penduduk dan area pemakaman.

Kereta perang dan tulang tentara zaman dinasti Shang


Sebagian besar sejarah tentang dinasti Shang diketahui dari tulang ramalan (oracle bones) yang ditemukan di situs Yinxu. Keberadaan tulang ramalan sebagai bukti ulisan China paling tua memiliki asal-usul penemuan yang menarik.


Tulang ramalan pada awalnya dinamakan "tulang naga", yaitu potongan-potongan tulang (cangkang kura-kura dan tulang belikat sapi) bergurat dan belum disadari bahwa kumpulan guratan tersebut merupakan bentuk tertua tulisan China (disebut Hanzi atau Kanji). Pada awalnya tulang naga dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan banyak dijual oleh para apoteker di toko obat tradisional.


Sebanyak 20.000 potongan tulang ramalan telah ditemukan selama penggalian tahun 1920an-1930an di situs Yinxu.  Tulisan China yang paling awal tersebut diteliti dan berhasil menguak sejarah dinasti Shang. Tulisan-tulisan tersebut memberikan wawasan tentang banyak topik mulai dari politik, ekonomi, praktik keagamaan, seni dan pengobatan pada tahap awal peradaban Tiongkok ini.


Di salah satu makam yang berasal dari sekitar tahun 1200 SM, terdapat mayat penguasa yang tidak diketahui namanya, dikubur bersama dengan 74 tubuh manusia, serta kuda dan anjing. Penguburan penguasa kerajaan yang disertai dengan bawahan atau budak mejadi ciri khas temuan di situs ini.


Diketahui bahwa penguasa Shang akan mengirim kelompok untuk berburu dan menangkap anggota suku primitif untuk digunakan sebagai mayat korban di situs pemakaman kerajaan.


Rupanya banyak makam dinasti Shang telah digali dan dirusak oleh perampok kuburan pada zaman kuno, namun pada penemuan tahun 1976 di Yinxu mengungkapkan sebuah makam yang masih utuh dan merupakan salah satu yang paling mewah.


Di dalam makam tersebut terdapat lebih dari 200 bejana perunggu, tembikar, senjata perunggu, giok dan sisir rambut. Selain itu, ditemukan 109 prasasti tulang atas nama Fu Hao. Arkeolog menyadari bahwa mereka telah menemukan makam Fu Hao, seorang permaisuri raja dan juga seorang jenderal militer dinasti Shang termasyhur.

Dinasti Shang berakhir sekitar tahun 1050 SM. Kaisar terakhir dalam garis keturunan Shang, yaitu raja Di Xin dianggap sebagai pemimpin yang kejam yang senang menyiksa orang. Tindakannya tersebut mengarah pada pemberontakan untuk mengakhiri pemerintahannya.


Pasukan Zhou dipercaya memimpin pos terdepan untuk melindungi perbatasan. Di Xin mempersenjatai hampir 200.000 budak untuk melengkapi pasukan pertahanannya, tetapi kemudian mereka malah membelot ke pasukan Zhou.


Di Xin, kaisar Shang terakhir, dikatakan telah bunuh diri dengan membakar istananya setelah pasukannya dikalahkan oleh pasukan Zhou. Dinasti Shang telah dikalahkan dan kemudian diganti dinasti Zhou yang memerintah selama 800 tahun (1046-256 SM).


Yinxu yang sekarang merupakan museum situs penggalian yang luas dapat dikunjungi pada pagi sampai sore hari. Situs yang kaya akan peninggalan dinasti Shang  ini merupakan tempat yang tepat untuk mempelajari peradaban dinasti awal Tiongkok.


#tiongkok #budaya #sejarah #dinasti #shang #mandarin #yinxu