Menghindari Penipuan di Tiongkok

Esai oleh : Hendy Yuniarto

Ilustrasi


Beberapa mobil BMW mewah terparkir di depan rumah warga di suatu pedesaan, juga terlihat satu rumah mewah bergaya mansion Eropa yang kokoh dibangun tak jauh dari hamparan perkebunan teh. Seorang reporter meragukan mansion tersebut dapat dibangun dari usaha perkebunan teh dalam waktu singkat. Tidak jauh dari perumahan warga terdapat papan pengumuman yang berisi tentang daftar kriminal penipuan yang tertangkap dari desa tersebut.  Itulah suatu laporan menarik media Singapura tentang desa Chang Keng di wilayah Anxi, Fujian Selatan yang kebanyakan masyarakatnya bekerja sebagai phone scammer atau menipu lewat telepon.


Ada satu ungkapan yang menarik di kalangan masyarakat desa itu bahwa 9 dari 10 warga adalah penipu, sedangkan 1 sisanya sedang dilatih sebagai penipu. Tentu saja ini adalah guyonan sekaligus sindiran pada suatu fenomena sosial tersebut. Pada tahun 2018, seorang scammer telepon berasal dari desa itu menyamar sebagai pejabat Tiongkok dan berhasil menipu orang Singapura sebanyak 13 juta dolar. Sebetulnya warga desa ini awalnya menggantungkan hidupnya pada pertanian teh, namun pada tahun 2011 harga teh menjadi anjlok. Kemudian kini banyak yang beralih menjadi scammer telepon dan reputasinya sangat terkenal.  Seorang warga desa yang telah dibui 8 tahun karena kejahatan penipuan bersedia untuk diwawancarai. Ia mengatakan bahwa modus penipuan ini semakin sulit dilakukan karena aparat semakin sigap. Namun Scammer telepon telah meluas menjadi sindikat internasional di mana pada tahun 2019 ratusan WNA Tiongkok ditangkap di Filipina, Malaysia, dan Indonesia.


Masalah penipuan yang terjadi di Tiongkok sangat menarik untuk diperhatikan karena masyarakat lokal pun juga terus mewaspadai berbagai macam cara yang dilakukan penipu. Modus penipuan selalu berubah cepat seiring dengan perkembangan teknologi. Pada tahun 2019 kepolisian Tiongkok membongkar perusahaan penipuan streaming online yang telah berhasil menipu lebih dari 25.000 korban. Sebanyak 138 tersangka ditangkap dan lebih dari 10 juta yuan (20 milyar rupiah) aset telah dibekukan oleh pihak berwenang. Streaming online menjadi salah satu platform untuk penipuan karena kepolosan seseorang tertarik dan menggemari para broadcaster cantik dan sudi membelikan hadiah kepadanya.


Praktik penipuan juga dilakukan kepada para turis polos yang baru datang. Salah satu penipuan yang paling umum melibatkan adalah diundang makan malam atau minum teh oleh orang asing yang beralasan ingin melatih bahasa Inggris. Namun, ketika anda mengikuti mereka untuk makan di restoran yang telah dipersiapkan, maka bersiaplah untuk membayar mahal tagihan yang ditinggalkan penipu. Perangkap penipuan ini kebanyakan dapat ditemui di tempat wisata besar di Beijing maupun Shanghai. Berhati-hatilah dengan ajakan makan atau minum dari orang yang baru dikenal atau tiba-tiba mengajak berkenalan dengan berbagai macam alasan. Tolak tawaran dengan sopan jika merasakan paksaan untuk melakukan hal di atas.


Ajakan mengunjungi pameran gratis dari orang yang tak dikenal adalah modus penipuan yang banyak dilaporkan oleh para turis di media sosial. Waspadalah kepada “mahasiswa seni” yang mendekati dan mengundang anda ke pameran seni gratis. Ketika anda menerima ajakan tersebut mereka berusaha keras membuat anda membeli karya mereka setelah menjelaskan dengan panjang lebar. Penipuan ini paling umum terjadi di sekitar lapangan Tiananmen di Beijing.


Walaupun kita bisa menghindari beberapa modus penipuan di atas, namun pada suatu ketia seseorang bisa berhadapan dengan permasalahan uang palsu yang menjengkelkan. Uang palsu paling banyak ditemukan pada uang kertas ¥ 50 dan ¥ 100 dan tersebar luas. Meskipun pemerintah berusaha menyelesaikan masalah ini dan uang kertas selalu diperbarui untuk mengurangi kemungkinan penipuan ini, namun beberapa kasus dapat uang palsu dapat dijumpai, setidaknya oleh orang asing yang tak bisa mengidentifikasi dengan jelas. Sebagian dari masalahnya memang bahwa uang kertas palsu berkualitas tinggi dan sulit untuk dideteksi. Itulah sebabnya banyak pemilik toko dan warung menggunakan alat pendeteksi uang tunai.


Untuk menghindari pemakaian uang palsu ini anda dapat membawa uang kertas bernominal lebih kecil atau hanya membayar dengan uang receh untuk menghindari mendapatkan uang palsu. Solusi yang lebih baik menghidari uang palsu adalah sama sekali tidak menggunakan uang tunai, melainkan melakukan pembayaran lewat Alipay atau Wechat. Sebagian besar masyarakat telah menggunakan aplikasi tersebut untuk berbagai transaksi. Pemalsuan uang tunai pecahan ¥ 100 memang menjadi masalah yang menjengkelkan, bahkan jika kurang beruntung anda dapat mendapatkannya dari tarikan uang ATM.


Barang palsu yang jamak dikonsumsi juga dimanfaatkan menjadi salah satu modus penipuan, terutama bagi turis. Suvenir palsu atau berkualitas rendah yang dijual terlalu mahal untuk penipuan para turis sebaiknya harus dihindari. Perhatikan transaksi dengan hati-hati dan periksa semua barang yang dibeli. Jika kurang yakin terhadap suatu barang tersebut maka lebih baik membawa serta teman orang lokal untuk menemani anda.


Ketika menggunakan taksi pastikan gunakan taksi dari perusahaan resmi. Meskipun begitu masih ada kemungkinan penipuan jika anda terlihat sebagai turis yang tak mengerti lokasi dan tak bisa berbahasa Mandarin. Supir taksi tak akan langsung menuju ke tempat tujuan lewat jalur pada umumnya, melainkan memutar lebih jauh. Hal ini tentu akan menambah jumlah argo yang harus dibayar daripada yang seharusnya dibayar. Kejadian ini tentu tidak akan terjadi jika anda memperhatikan sebelumnya bagaimana menuju ke lokasi tersebut. Jika anda dapat menggunakan aplikasi taksi online seperti didi (滴滴), lewat Wechat atau Alipay maka anda tak perlu khawatir karena biaya telah dihitung dengan pasti. Oleh karena itu, penipuan semacam ini semakin jarang ditemui, kecuali oleh para turis yang baru datang.

Penipuan untuk orang asing tidak hanya terjadi ketika menjadi turis saja, namun ketika melamar pekerjaan pun juga terdapat penipuan yang harus diwaspadai. Jika anda ingin pergi ke Tiongkok untuk bekerja maka teliti perusahaan yang menawarkan pekerjaan tersebut sebelum menyetujui kontraknya. Terdapat beberapa operator penyedia kerja yang dengan cerdik mencoba memanfaatkan para turis dan ekspatriat lainnya dengan penipuan kerja. Sebagian besar dari pekerjaan ini adalah sebagai pengajar bahasa Inggris. Visa kerja di Tiongkok bertipe Z dan memerlukan izin tinggal. Konsekuensi untuk penyalahgunaan visa adalah berat dan dapat mengakibatkan hukuman penjara. Beberapa perekrut nakal mencoba untuk memasukkan orang asing dengan visa turis. Oleh karena itu, lebih baik mengutamakan sekolah-sekolah pemerintah yang lebih kredibel karena banyak penipuan kerja berpusat pada sekolah swasta.


Selain daripada berbagai macam modus penipuan di atas tentu masih banyak puluhan modus penipuan lainnya. Faktanya memang tidak sulit untuk menjumpai berbagai penipuan di Tiongkok. Sepertinya masyarakat telah terbiasa hidup berdampingan dengan masalah-masalah penipuan. Namun banyak dari mereka mampu untuk mewaspadai modus modus baru penipuan karena begitu suatu penipuan baru terungkap oleh korban maka polisi sigap menginfokan kepada masyarakat, namun penipuan dengan modus sama terus berjalan sampai tak ada lagi celah yang dapat dilakukan. Penipuan lewat telepon masih marak meskipun para tersangka telah dijaring, namun karena masih ada korban dari penipuan ini maka scammer telepon masih menghantui di tengah masyarakat.


Penipuan yang sangat marak terjadi dapat disebabkan karena populasi besar yang dianggap menjadi potensi bagi para penipu. Kemiskinan dan kesenjangan sosial pun juga menjadi pemicunya. Banyak masyarakat kalangan bawah yang terlibat penipuan sangat mendambakan kekayaan yang datang dengan cepat. Mereka berpikir nomor telepon layanan PSK yang disebar di jalanan mampu menarik perhatian sehingga mentransfer sejumlah uang. Seharusnya banyak orang yang sadar dengan penipuan tersebut, namun sampai sekarang masih banyak nomor telepon bertebaran di jalanan walaupun seringkali dibersihkan oleh aparat.


Kecanggihan teknologi digital yang semakin berkembang akan memungkinkan munculnya modus penipuan baru. Seseorang yang memanfaatkan momen ini bukankah seseorang yang bodoh, melainkan orang yang telah ahli. Mereka dengan cepat memanfaatkan celah pada kelengahan, ketidaktahuan, serta kepolosan seseorang  dalam menjalankan aksinya. Aparat pun harus berpacu dengan waktu dan pengetahuan teknologi agar korban-korban tak berjatuhan pada penipuan dengna modus baru. Sebaliknya masyarakat pun harus diedukasi dengan info-info tentang modus penipuan lewat sosial media, seperti beberapa website pariwisata yang mengingatkan turis asing tentang berbagai kemungkinan penipuan di tempat wisata. Hal ini sangat penting mengingat reputasi Tiongkok tentang penipuan di tempat wisata cukup dikenal.


Setelah melihat berbagai macam penipuan serta modusnya di Tiongkok membuat kita harus berhati-hati dan waspada. Kita tentu tak ingin melihat keluarga dan teman menjadi korban pernipuan. Update informasi terbaru tentang berbagai gaya penipuan harus disosialisasikan pada seseorang yang ingin berkunjung atau tinggal. Di manapun dan kapanpun kasus penipuan tidak akan serta merta berhenti dan habis. Segala kemungkinan pasti terjadi jika si penipu menemukan celah pada suatu sistem di tengah masyarakat. Aparat pun tidak dapat langsung menangkap mereka tanpa bukti. Oleh karena itu, hanya dari kita sendiri yang dapat membentengi dari segala penipuan tersebut.


#MasyarakatTiongkok #PenipuandiChina #Penipuan #China #Cina #Tiongkok #Esai #Budaya

0 views