Bahasa Indonesia dalam Kebutuhan Industri Digital

Updated: Apr 29

Oleh : Hendy Yuniarto

Ilustrasi


Di satu kelas kecil terdengar suara mahasiswa sedang melafalkan kosakata berulang-ulang. Dengan cara ini mereka menghafal kosakata sambil memeriksa pengucapannya. Di kelas lainnya mereka terlihat membaca buku dengan suara lantang. Ternyata di tempat lain seperti taman kampus, di lorong, aula, tangga, bahkan kantin juga dijumpai mereka yang sedang praktik bahasa asing dengan suara lantang. Itulah kehidupan sehari-hari mahasiswa yang belajar bahasa asing, selama 4 tahun di kampus bahasa asing di Tiongkok. Hampir semua jurusan bahasa asing populer dapat ditemukan, namun yang menarik adalah bahasa-bahasa kecil yang kurang populer. Meskipun kurang populer namun peminatnya semakin bertambah karena ada kebutuhan pasar kerja, termasuk bahasa Indonesia yang semakin laris.


Jurusan Bahasa Indonesia pertama kali di Tiongkok diselenggarakan di Universitas Peking pada tahun 1949. Kemudian pada tahun 1960 Universitas Bahasa-Bahasa Asing Beijing yang dikenal sebagai kampus pencetak diplomat mulai mendirikan jurusan S1 Bahasa Indonesia. Seorang dosen Indonesia pertama di kampus yang kini bernama Beijing Foreign Studies University itu adalah Sobron Aidit sejak tahun 1964. Namun setelah peristiwa 65 beliau tidak bisa pulang ke Indonesia. Kemudian setelah peristiwa Revolusi Budaya di Tiongkok ia pun tak lagi bisa mengajar. Pada tahun 1970, Universitas Bahasa-Bahasa Asing Guangdong (GDUFS) mulai mendirikan Jurusan S1 Bahasa Indonesia. GDUFS memiliki reputasi baik karena selain kualitas lulusannya, lebih dari 10 tahun buku ajar bahasa Indonesia berasal dari kampus ini.


Kebanyakan lulusan jurusan bahasa Indonesia saat itu bekerja sebagai penerjemah, diplomat, jurnalis, dosen atau peneliti, serta pegawai negeri. Setidaknya itulah cita-cita yang ingin dicapai para mahasiswa. Selain gajinya di atas  rata-rata, mereka lebih rasional untuk mengincar jenis pekerjaan yang stabil untuk masa depan, walaupun harus berkompetisi dengan puluhan bahkan ratusan pelamar lainnya. Namun seiring dengan peningkatan volume industri serta perdagangan Tiongkok-Indonesia, maka kebutuhan tenaga kerja berkualifikasi bahasa Indonesia semakin meningkat. Pada tahun 2020 terdapat lebih dari 15 universitas di Tiongkok yang menyelenggarakan program studi bahasa Indonesia.


Mulai pada tahun 2017 tidak sedikit lulusan yang berminat bekerja di perusahaan startup, yang termasuk fintech dan e-commerce bervaluasi unicorn atau bahkan decacorn. Selain menawarkan gaji yang tinggi, bekerja di perusahaan startup dianggap lebih bebas dan menawarkan pengembangan ide serta karir yang lebih tinggi. Bekerja pada bidang tersebut merupakan tren baru diminati karena persaingan bekerja di sektor pemerintahan semakin ketat. Namun pekerjaan sebagai penerjemah adalah posisi yang masih sangat umum dilakoni. Belajar bahasa Indonesia selama 4 tahun tentu sangat cukup untuk sampai pada tingkatan mahir. Banyak perusahaan maupun media Tiongkok yang melakukan komunikasi, transaksi, ataupun bekerja sama dengan perusahaan di Indonesia membutuhkan penerjemah, baik lisan maupun tulis.


Saat konsep era Revolusi Industri 4.0 muncul dengan ditandai munculnya berbagai teknologi, seperti kecerdasan buatan, data besar, layanan cloud, teknologi robotik dan sensor, serta printer 3D, pasar kerja pun turut mengalami perkembangan cukup cepat. Revolusi tersebut berdampak langsung pada berbagai sistem produksi, energi, pertaninan, makanan, keamanan, pendidikan, lingkungan, mobilitas, sistem keuangan, informasi, hiburan, layanan kesehatan, perdagangan serta investasi internasional, dan konsumsi. Pesatnya kemampuan komputer, kecepatan komunikasi, kapasitas penyimpanan data, kemunculan teknologi 5G memungkinkan industri baru bermunculan.


Konsekuensi dari era ini adalah terciptanya pekerjaan baru, ataupun malah hilangnya pekerjaan karena otomatisasi. Industri yang telah mengubah cara beraktivitas manusia tentu memberikan pengaruh yang besar terhadap dunia kerja. Tenaga kerja dituntut memiliki keterampilan dalam literasi digital dan teknologi. Perubahan situasi tersebut sangat dirasakan pada perindustrian, fintech serta e-commerce, dan startup lainnya di Tiongkok yang berkembang sangat pesat. Saat ini terdapat 186 unicorn di Tiongkok yang keseluruhannya bernilai 10 kuadriliun atau 7 kali lebih besar dari pendapatan negara Indonesia tahun 2018.


Perusahaan starup yang berkembang pesat di Tiongkok turut mempengaruhi perusahaan startup Indonesia, terbukti beberapa investasi yang digelontorkan startup Tiongkok ke Indonesia. Beberapa startup Tiongkok mulai melebarkan sayapnya sampai Indonesia yang disambut oleh para lulusan yang mengincar lowongan perusahaan tersebut. Lowongan untuk lulusan berkualifikasi bahasa Indonesia semain tersedia di website pencari kerja di Tiongkok, khsusunya di perusahaan startup. Tidak sedikit juga yang kemudian ditempatkan di perusahaan cabangnya di Indonesia.



Ketika mahasiswa-mahasiswa Tiongkok belajar bahasa Indonesia tidak sedikit orang Indonesia bertanya mengapa belajar bahasa Indonesia. Bagi sebagian orang mungkin tidak mengerti apakah bahasa Indonesia itu penting. Namun bukannya tanpa alasan memilih bahasa Indonesia sebagai jurusannya, mereka sadar bahwa belajar mempelajari bahasa asing memiliki kaitan erat dalam pemenuhan kebutuhan kerja. Mackey dan Mountford menjelaskan bahwa ada tiga kebutuhan yang mendorong seseorang belajar bahasa asing, yakni kebutuhan akan pekerjaan, kebutuhan program latihan kejuruan, dan kebutuhan untuk belajar. Kecenderungan mereka sebagai masyarakat pragmatis, mendorong mereka mengambil studi bahasa Indonesia. Mereka yakin bahwa jurusan bahasa Indonesia memberikan kesempatan kerja yang menjanjikan, bahkan cenderung meningkat. Fakta ini didukung dengan berdirinya jurusan bahasa Indonesia di beberapa universitas di berbagai provinsi.


Tiga website pencari kerja di Tiongkok yaitu zhaopin.com, 51job.com, dan zhipin.com sangat diandalkan para pencari kerja. Dengan bahasa Indonesia sebagai kata kunci pencarian, terdapat beberapa lowongan pekerjaan yang mensyaratkan lulusan berlatar pendidikan bahasa Indonesia atau memiliki kemampuan berbahasa Indonesia. Kebanyakan lowongan kerja yang ditemukan memiliki kecenderungan terhadap perusahaan startup. Posisi di bidang non startup yang masih berhubungan dengan penerjemah lapangan, peneliti, dan guru juga masih terlihat namun tidak sebanya startup. Meskipun pada dasarnya posisi yang ditawarkan di startup tersebut merupakan penerjemah, namun kecakapan bidang teknologi menjadi persyaratan yang utama.


Dalam pencarian lowongan kerja berkemampuan bahasa Indonesia jgua ditemukan profesi yang cenderung baru dan berkembang dalam industri teknologi, seperti evaluator konten digital, spesialis operator game dan penerjemah game, dan pelabel data. Oleh karena itu, perusahaan startup yang memiliki hubungan dengan pasar konsumen di Indonesia akan selalu membutuhan pekerja berkualifikasi bahasa Indonesia. Beberapa pekerja juga dikirim ke perusahaan cabang di Indonesia. Tugas utama evaluator konten digital adalah mengevaluasi setiap konten digital, seperti gambar dan video berbahasa Indonesia. Menghubungkan karakter kebahasaan dan latar belakang budaya, menyediakan konten berdasarkan pasar.


Sebagai evaluator konten pekerja juga bertanggung jawab atas keamanan konten produk video pendek untuk memastikan konten sah dan mematuhi hukum yang berlaku. Evaluator bertanggung jawab untuk merumuskan ketentuan standar konten digital. Kualifikasi yang lebih penting pada posisi ini adalah kemampuan bahasa Indonesia yang baik, familiar dengan budaya lokal, industri media, mengikuti perkembangan media terkini di internet yang diprioritaskan pada latar belakang terkait Indonesia. Mereka dituntut memiliki kepekaan terhadap situasi terkini lewat berita dan memahami undang-undang komunikasi. Salah satu kesulitan beberapa mahasiswa yang bekerja pada bidang tersebut adalah varian informal bahasa Indonesia di media sosial yang sangat dinamis. Mereka tidak siap dengan gaya bahasa tersebut karena selama ini mereka belajar bentuk standar dan formal.


Industri game juga menawarkan kesempatan kerja yang tak kalah menarik. Indonesia memiliki potensi besar dan telah berkembang pesat, pesatnya perkembangan industri game didukung oleh besarnya pasar konsumen Indonesia. Saat ini game tidak hanya dimainkan sebagai hiburan saja, namun juga sebagai pekerjaan. Game juga dikategorikan sebagai olahraga dan telah masuk cabang olahrga di kompetisi Asian Game di Jakarta & Palembang. Game Made in China yang meramaikan Indonesia tentu membuka kesempatan kerja di bidang ini. Peningkatan ini terlihat pada kebutuhan pekerja di industri game. Dari ketiga webstie didapatkan lowongan pekerjaan sebagai spesialis operator game dan penerjemah game yang berkualifikasi bahasa Indonesia.


Pekerjaan ini bertanggung jawab untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dalam pengoperasian game versi bahasa Indonesia. Operator game menyediakan saran yang profesional kepada pemain game untuk menjamin bahwa pemain dapat memahami dengan baik dalam menggunakan game dengan cara memberikan tanggapan secara langsung, mengikuti, mendampingi, serta memberikan solusi terhadap permasalahan pemain. Selain itu, operator game harus memahami kebutuhan pemain, mengumpulkan, menata, dan menyaring komentar dan saran para pemain. Operator harus membangun hubungan baik dengan pemain, meningkatkan kepuasan pemain, dan menangani layanan umpan balik tepat waktu. Dari tanggung jawab di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan berkomunikasi bahasa Indoensia dengan baik sangat dibutuhkan. Kualifikasi posisi operator game diutamakan untuk yang berpengalaman sebagai pemain game atau pada industri game.


Di samping operator game, juga terdapat posisi sebagai penerjemah game. Pelamar posisi ini tentu harus akrab dengan dunia game, terutama memahami gaya kalimat dan penggunaan kosakata dalam game, karena game memiliki gaya bahasa yang khas. Kualifikasi yang dibutuhkan untuk posisi ini adalah mampu berbahasa Indonesia dan akrab dalam industri game. Selain itu pelamar juga harus mengetahui pasar Indonesia, tertarik pada budaya Indonesia, dan lebih akrab dengan karakteristik konsumen game.


Salah satu profesi baru lainnya dalam industri digital yang membutukan kemampuan bahasa Indonesia adalah pelabel data. Mereka bertugas melabeli data agar dapat digunakan oleh mesin serta aplikasi kecerdasan buatan, karena pada dasarnya komputer memiliki keterbatasan yang tak bisa diselesaikan tanpa intervensi manusia. Hampir semua jenis data bisa dilabeli, termasuk gambar, teks, audio, video dalam banyak bahasa. Pekerjaan sebagai pelabel data di perusahaan teknologi muncul sebagai jawaban atas kebutuhan untuk memberi label agar dapat dibaca mesin atau aplikasi. Label data dibutuhkan pada kemudi otomatis, drone, mesin robot, Augmented Reality dan Virtual Reality, serta perusahaan ritel.


Pelabel data membantu mengkategorikan data, menilai, dan kemudian melampirkan tagar. Pekerjaan ini bertujuan mengelompokkan informasi atau materi bersama-sama berdasarkan relevansinya. Pelabel data dapat digunakan oleh perusahaan untuk membantu mengidentifikasi pola, kategorisasi, segmentasi semantik, persepsi gambar, memahami suara, dan meningkatkan aksesibilitas ke konten menurut topik. Pelabel harus meneliti materi dengan cermat untuk memastikan bahwa materi itu ditandai secara akurat dan menyeluruh. Mereka menggunakan alat anotasi data digunakan untuk menyortir, mengklasifikasikan, dan melabeli data-data tersebut. Terkait pelabel data bahasa Indonesia mereka harus memahami serta bertanggung jawab dalam pembangunan korpus, khusunya terkait data-data berlatar belakang Indonesia atau yang akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dalam melakukan pelabelan, pekerja harus fasih berbahasa Indonesia. Selain itu, kebutuhan yang mendukung dalam bidang ini adalah materi terkait dengan geografi karena banyak tugas dari pekerjaan pelabel adalah melabeli apa yang terdapat di lingkungan tempat manusia tinggal dan berinteraksi.


Dengan tren berkembangnya kesempatan kerja tersebut maka pengajaran bahasa Indonesia atau kini diistilahkan sebagai BIPA (Bahasa Indonesia Penutur Asing) mendapatkan tantangan baru untuk menyesuaikan kebutuhan yang mereka akan hadapi dunia kerja bidang teknologi. Materi BIPA sudah selayaknya diperkaya dengan konten-konten teknologi digital,karena perkembangan konten digital seperti media, game, semakin melimpah. Revolusi Industri 4.0 secara langsung memberikan tantangan baru bagi pegiat BIPA karena harus menuntut pengajaran yang dapat memenuhi kebutuhan bahasa Indonesia dalam ranah digital di masa kini dan mendatang. Para mahasiswa tentu tidak ingin gagap dalam dunia kerja di bidang industri digital berbahasa Indonesia.  


#BIPAChina #BIPATiongkok #BahasaIndonesiadiChina #ArtikelChina #PendidikandiTiongkok #PendidikandiChina

2 views