35 Universitas Tiongkok Membuka Jurusan AI


Ilustrasi (digitalmarkeeter.com)


Kementerian Pendidikan Tiongkok telah menyetujui 35 universitas mendirikan jurusan Kecerdasan Buatan atau AI (Artificial Intelligence) dan akan merekrut mahasiswa baru pada bulan September tahun 2019 ini.


35 universitas menerima persetujuan untuk mendirikan jurusan AI progam sarjana empat tahun di tengah upaya Tiongkok untuk menciptakan SDM berkualifikasi AI yang kuat.

Beberapa universitas tersebut akan merekrut siswa langsung lewat ujian masuk perguruan tinggi nasional (Gaokao). Di tahun ini terdapat sekitar 10 juta siswa mengikuti ujian Gaokao. Selain itu, banyak calon mahasiswa jurusan AI yang pindah dari jurusan lain melalui proses seleksi.


Dibukanya jurusan AI adalah karena permintaan dan kebutuhan masyarakat saat ini. Kementerian Sumber Daya Manusia Tiongkok telah menerbitkan daftar 15 karir baru, termasuk teknisi AI di dalamnya.


Selain itu, terdapat sebuah laporan dari Universitas Tsinghua yang menunjukkan bahwa Tiongkok memiliki kekurangan 1,5 juta pekerja untuk memenuhi permintaan di bidang data besar (Big Data) pada 2018, dan pada 2025 kekurangan tersebut mungkin akan mencapai 2 juta pekerja.


Industri AI di Tiongkok memiliki potensi pengembangan yang besar namun kekurangan bakat. Universitas-universitas Tiongkok terus mengejar ketertinggalannya dengan universitas-universitas di Amerika Serikat dalam hal penelitian AI, jumlah makalah yang diterbitkan, serta mengubah penelitian menjadi aplikasi. Oleh karena itu, kementerian mengeluarkan rencana untuk membuka jurusan AI di beberapa universitas.


Menurut rencana, universitas berjurusan AI di Tiongkok akan membuat terobosan dalam teori dasar dan penelitian teknologi pada tahun 2020 dan diharapkan akan menjadi kekuatan inti untuk membangun pusat-pusat inovasi AI global pada tahun 2030.


Untuk mendukung rencana ini, maka mereka secara aktif mempromosikan penelitian AI lintasdisiplin serta integrasi akademisi dan industri. AI diintegrasikan dengan matematika, statistik, fisika, biologi, psikologi, sosiologi, dan disiplin ilmu lainnya. Pendekatan interdisipliner "AI + X" atau menggabungkan AI dan mata pelajaran lainnya akan direalisasikan pada tahun 2020.


Teknologi dan AI semakin terintegrasi dengan berbagai macam kebutuhan sehari-hari manusia. Keluarga, sebagai unit paling dasar dari masyarakat. Kebutuhan setiap anggota keluarga untuk pakaian, makanan, perumahan, transportasi, kesehatan, dan keamanan adalah arah pengembangan AI yang paling populer saat ini.


AI akan memberi peralatan rumah tangga kemampuan untuk berpikir positif, sehingga peralatan rumah tangga bisa memahami anda. Misalnya, sistem kontrol suhu cerdas secara dinamis menyesuaikan suhu ruangan dengan terus mengamati dan mempelajari suhu nyaman yang biasa digunakan oleh pengguna.


Selain itu, robot penyapu dapat menggantikan orang untuk melakukan pembersihan, menyedot debu, mengepel dan tugas-tugas rumah tangga lainnya. AI dibutuhkan untuk membantu kehidupan manusia agar lebih praktis, cepat, efisien, dan berkualitas.


Tidak hanya mengatasi masalah rumah tangga. AI akan banyak membantu dalam bidang medis. Robot pintar akan membantu orang tua melawan kesepian. Robot yang menyertainya memiliki sensor yang sangat cerdas yang memahami apa yang terjadi di rumah dan mengingatkan lansia tentang apa yang harus dilakukan, serta mengingatkan lansia untuk minum obat tepat waktu.


Memeriksa pasien dengan bantuan AI, tingkat diagnostik dan akurasi diagnostik akan semakin akurat. Diagnosis dengan AI yang mengandung data yang besar membuat dokter yang berpengalaman bingung. AI mampu mengotomatisasi diagnosis informasi dengan menelusuri catatan pasien dan literatur ilmiah. Oleh karena itu, AI dapat melakukan pekerjaan diagnosis lebih cepat daripada dokter profesional dalam hal efisiensi dan akurasi.

Beberapa aspek kehidupan yang akan ditopang oleh AI di waktu dekat ini adalah terkait pendidikan, keamanan, transportasi, dan keuangan. AI menciptakan realitas virtual yang kompleks yang membawa siswa dalam dunia fiksi dan sejarah, atau mengeksplorasi objek lingkungan dan ilmiah yang sulit untuk diintegrasikan di dunia nyata.


Departemen keamanan dapat mengandalkan AI untuk mendeteksi dan memprediksi kejahatan. Pengaplikasian AI yang paling representatif di bidang transportasi adalah berkendara tanpa pengemudi. Tak hanya mobil saja, namun juga ada truk dan drone yang siap digunakan untuk mengantar barang. DI bidang keuangan, AI membantu dalam memberikan analisis cerdas terkait investasi cerdas, anti-penipuan, dan pengambilan keputusan perbankan.


Di masa depan, AI akan menembus ke dalam banyak aspek kehidupan dan membawa semakin banyak perubahan dalam kehidupan manusia. AI, model yang belajar dari kehidupan manusia dan berkoordinasi dengan manusia, diharapkan juga akan mampu mempromosikan keharmonisan antara manusia dan benda, serta antara benda dan benda.


#AIChina #AITiongkok #KecerdasanBuatanChina #KecerdasanBuatan Tiongkok #UniversitasdiTiongkok #PendidikandiTiongkok